Memuliakan rumah-rumah Allah


Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidillah Muhaimin bin Subaidi


Sebidang tanah di bumi ini yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
adalah rumah-rumah- Nya (masjid) yang di dalamnya ditegakkan ibadah kepada-Nya dan Dia di Esakan ..

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang ” .( An Nur : 36) . ……selengkapnya

8. ETIKA BERBICARA

Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allooh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia.” (An-Nisa: 114). ……selengkapnya

5. ETIKA MEMBERI SALAM

Makruh memberi salam dengan ucapan: “ ‘Alaikumus salam” karena di dalam h adit s Jabir Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwasanya ia menuturkan: Aku pernah menjumpai Rasulullooh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka aku berkata: “ ‘Alaikas salam ya Rasulallah.” Nabi menjawab: “Jangan kamu mengatakan: ‘Alaikas salam.” Di dalam riwayat Abu Daud disebutkan: “karena sesungguhnya ucapan “ ‘alaikas salam” itu adalah salam untuk orang-orang yang telah mati.” (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani). ……selengkapnya

Doa Mustajab

Berikut adalah salah satu tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berdoa. Semoga dengan mengamalkannya, doa kita bisa dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang bangun tidur pada malam hari kemudian membaca

لاَ إِلَهِ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ، سُبْحَانَ اللّهُ وَالْحَمْدُلِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرْ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّهِ

Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah semata, tiada sekutu baginya. Bagi-Nya-lah seluruh kerajaan dan pujian. Dan Dia Maha Menentukan segala sesuatu. Maha suci Allah dan dan segala puji bagi-Nya. Dan Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan seizin Allah.

Lalu dia berkata,
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

Wahai Rabb-ku ampunilah aku.
Atau jika dia berdoa, maka akan dikabulkan. Apabila dia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima.
(HR. Al-Bukhari).

Diambil dari: http://wiramandiri.wordpress.com/2007/04/03/doa-mustajab/

APAKAH MUNGKIN PERSATUAN ITU (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERBEDA-BEDANYA MANHAJ DAN AQIDAH?

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Apakah mungkin persatuan itu (akan terwujud) bersamaan dengan berbeda-bedanya Manhaj dan Akidah ? …….selengkapnya

Halaman Berikutnya »