Maret 2007


“Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari”

Oleh:

Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan

PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allooh Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Segala puji bagi Allooh yang telah mengajarkan kesempurnaan etika kepada manusia dan membuka pintu bagi mereka untuk mengamalkannya. Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada manusia terbaik yang beribadah dan kembali kepada Allah.

Sesungguhnya Islam benar-benar menaruh perhatian yang sangat besar kepada manusia di dalam segala perihal dan urusannya, agama dan dunianya, lapang dan kesulitannya, bangun dan tidurnya, dikala bepergian dan iqamah, makan dan minum, bahagia dan sedihnya. Tidak ada perkara kecil ataupun besar apapun yang tidak dijelaskan oleh Islam.

Rasulullooh telah menggoreskan buat kita melalui ucapan dan perbuatannya rambu-rambu etika yang seyogya-nya ditempuh oleh setiap mu’min di dalam hidupnya. Melalui kepribadiannya yang mulia, Rasulullooh telah menjelaskan kepada kita contoh etika yang seharusnya ditiru. Maka barang siapa yang menghendaki kebahagiaan, hendaklah ia menempuh jalan hidup Rasulullooh sallalloohu’alaihi wa sallam dan meneladani etikanya.

Oleh karena kebanyakan orang pada akhir-akhir ini yang tidak mengetahui etika-etika tersebut atau butuh untuk diingatkan kembali, maka kami memandang perlu menyajikannya secara singkat, dengan iringan do’a kepada Allooh semoga amal ini berguna bagi segenap kaum muslimin.

Semoga shalawat dan salam tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. ……selengkapnya

Berkun-yah Bagi Orang yang Tidak Punya Anak

Oleh : asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rohimahulloh-

 

 

Rosululloh shallallahu alahi wa sallam bersabda :

 

اكْتَنِي [بابنك عبدالله – يعني : ابن الزبير] أَنْتِ أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ

 

“Berkun-yahlah [dengan anakmu –yakni: Ibnu Zubair] kamu adalah Ummu Abdillah” [Lihat ash-Shohihah no. 132] ……selengkapnya

Meraih Kemuliaan Hidup dengan Tauhid
Kamis, 15 Maret 2007 – 01:46 PM, Penulis: Muhammad Tamrin


Berbicara tentang kebahagiaan hidup, kita jumpai banyak pihak yang berkomentar tentangnya. Ada yang menawarkan metode-metode barat yang penuh kebebasan dan kekacauan, tanpa aturan. Demikian pula, ada yang menawarkan metode lain yang berseberangan dengan Islam.
Adapun metode Islam, hendaknya seorang muslim menyadari bahwa kebahagiaan hidup itu didapati dengan berpegang teguh dengan agamanya, yakni ajaran yang dibawa oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ ءَايَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Ali-Imran: 101)

Sedang ajaran Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang teragung, sekaligus perintah Allah -Subhanahu wa Ta’ala- yang terbesar adalah men-tauhid-kan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun dalam beribadah kepada-Nya. ……selengkapnya

KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT

Ditulis oleh Abdurrahman Sarijan di/pada Maret 22nd, 2007

 

 

KESHAHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT

Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya serta berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan kejelakan amalan kita.

Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. ……selengkapnya

Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Jama’ah Tabligh

Ditulis oleh Abdurrahman Sarijan di/pada Maret 25th, 2007

FATWA-FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH TENTANG JAMA’AH TABLIGH

Kita akan membawa beberapa fatwa (keputusan) para ulama tentang Firqah Tabligh, agar ummat mengerti bahwa kita menuduh mereka sesat bukan dari kita sendiri, tapi kita mengambilnya dari ucapan ulama kita yang mulia, semoga Allah mengampuni mereka yang telah wafat dan menjaga yang masih hidup. Perhatikan ucapan para ulama ini agar terbuka kekaburan yang selama ini menutupi mereka. Dan hendaklah bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok ini segera keluar dan yang kagum segera sadar dan membenci, karena kematian itu datangnya tiba-tiba. ……selengkapnya

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »