Abu Faruq as Salaf


Doa Mustajab

Berikut adalah salah satu tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berdoa. Semoga dengan mengamalkannya, doa kita bisa dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang bangun tidur pada malam hari kemudian membaca

لاَ إِلَهِ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ، سُبْحَانَ اللّهُ وَالْحَمْدُلِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرْ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّهِ

Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah semata, tiada sekutu baginya. Bagi-Nya-lah seluruh kerajaan dan pujian. Dan Dia Maha Menentukan segala sesuatu. Maha suci Allah dan dan segala puji bagi-Nya. Dan Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan seizin Allah.

Lalu dia berkata,
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

Wahai Rabb-ku ampunilah aku.
Atau jika dia berdoa, maka akan dikabulkan. Apabila dia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima.
(HR. Al-Bukhari).

Diambil dari: http://wiramandiri.wordpress.com/2007/04/03/doa-mustajab/

Berkun-yah Bagi Orang yang Tidak Punya Anak

Oleh : asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rohimahulloh-

 

 

Rosululloh shallallahu alahi wa sallam bersabda :

 

اكْتَنِي [بابنك عبدالله – يعني : ابن الزبير] أَنْتِ أُمَّ عَبْدِ اللَّهِ

 

“Berkun-yahlah [dengan anakmu –yakni: Ibnu Zubair] kamu adalah Ummu Abdillah” [Lihat ash-Shohihah no. 132] ……selengkapnya

Kehalusan, Kelemah lembutan dan Kesabaran Rasulullah

 

bunga.jpgMerampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang telah Allah curahkan berupa perintah dan larangan.

Kita tidak perlu takut adanya kezhaliman, perampasan, pengambilan dan pelanggaran hak di rumah beliau.‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.” (HR. Ahmad) …..Selengkapnya