Aqidah & Manhaj


Memuliakan rumah-rumah Allah


Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidillah Muhaimin bin Subaidi


Sebidang tanah di bumi ini yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
adalah rumah-rumah- Nya (masjid) yang di dalamnya ditegakkan ibadah kepada-Nya dan Dia di Esakan ..

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang ” .( An Nur : 36) . ……selengkapnya

APAKAH MUNGKIN PERSATUAN ITU (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERBEDA-BEDANYA MANHAJ DAN AQIDAH?

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan ditanya : Apakah mungkin persatuan itu (akan terwujud) bersamaan dengan berbeda-bedanya Manhaj dan Akidah ? …….selengkapnya

Meraih Kemuliaan Hidup dengan Tauhid
Kamis, 15 Maret 2007 – 01:46 PM, Penulis: Muhammad Tamrin


Berbicara tentang kebahagiaan hidup, kita jumpai banyak pihak yang berkomentar tentangnya. Ada yang menawarkan metode-metode barat yang penuh kebebasan dan kekacauan, tanpa aturan. Demikian pula, ada yang menawarkan metode lain yang berseberangan dengan Islam.
Adapun metode Islam, hendaknya seorang muslim menyadari bahwa kebahagiaan hidup itu didapati dengan berpegang teguh dengan agamanya, yakni ajaran yang dibawa oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ ءَايَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Ali-Imran: 101)

Sedang ajaran Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang teragung, sekaligus perintah Allah -Subhanahu wa Ta’ala- yang terbesar adalah men-tauhid-kan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun dalam beribadah kepada-Nya. ……selengkapnya

Makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dan Salafus Sholih

Ditulis oleh Abdurrahman Sarijan di/pada Maret 17th, 2007

MAKNA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DAN SALAFUS SHOLIH

Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman bin Sarijan

1. Makna Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

a. Makna As-Sunnah.

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah:”As-Sunnah adalah jalan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dia berada di atasnya dan juga para sahabat yang selamat dari berbagai macam syubhat (kerancuan) dan syahwat” (Kasyful Kurbah; 11-12).

Imam Al-Alusy dalam kitabnya Ghoyatul Amaany I/428 berkata:”Kata As-Sunnah pada asalnya adalah setiap perkara yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berada di atasnya dan apa saja yang telah beliau sunnahkan atau perintahkan dengannya baik dalam permasalahan ushuluddin (dasar-dasar agama) maupun dalam permasalahan furu’ (cabang-cabang). Kata ini juga (baca: As-Sunnah) digunakan pada setiap perkara yang mana para shalafus sholih berada di atasnya, baik dalam masalah imamah, pengutamaan (diantara para sahabat) maupun menahan diri dari setiap perkara yang para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berselisih padanya”. ……selengkapnya

(KEMUNGKARAN) PERINGATAN MAULID NABI

الاحتفال بالمولد النبوي

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Peringatan maulid yang banyak diselenggarakan, tidaklah pernah kosong dari kemungkaran, bidah dan pelanggaran terhadap syariat Islam. Peringatan ini tidak pernah diselenggarakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, juga tidak oleh para sahabat, tabi’in dan imam yang empat, serta orang-orang yang hidup di masa generasi terbaik serta tidak ada dalil syariat tentang penyelenggaraan acara ini. ……selengkapnya

Halaman Berikutnya »