<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Firqoh</title>
	<atom:link href="http://abufaruq.wordpress.com/category/firqoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	<description>Blog Abu Faruq as Salaf</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2007 08:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abufaruq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0964f730d492a47f33ca5d3dd333626f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Firqoh</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ihya&#8217;ut Turats</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/ihyaut-turats/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/ihyaut-turats/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 06:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/ihyaut-turats/</guid>
		<description><![CDATA[Membongkar pikiran Hasan Al Banna &#8211; Ihya&#8217;ut Turats
Penulis : Syaikh Ayyid asy  Syamari


Yayasan Ihya’ut Turats lebih lunak sikapnya terhadap pemerintah. Mereka  nampaknya punya sikap yang baik sehingga memiliki referensi dari Syaikh Bin Baz  yang mereka sebarluaskan dalam menyikapi pemerintah.
Adapun yang tercela  dari yayasan ini adalah pembuatan aturan mereka yang sama dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=18&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 align="center">Membongkar pikiran Hasan Al Banna &#8211; Ihya&#8217;ut Turats</h2>
<p>Penulis : <strong>Syaikh Ayyid asy  Syamari</strong><br />
<strong><br />
</strong></p>
<p>Yayasan Ihya’ut Turats lebih lunak sikapnya terhadap pemerintah. Mereka  nampaknya punya sikap yang baik sehingga memiliki referensi dari Syaikh Bin Baz  yang mereka sebarluaskan dalam menyikapi pemerintah.</p>
<p>Adapun yang tercela  dari yayasan ini adalah pembuatan aturan mereka yang sama dengan Ikhwanul  Muslimin dalam masalah ketaatan kepada pemimpin. Walaupun tidak ada lafadz baiat  dalam organisasi mereka, tetapi mereka membuat satu nama yang disebut dengan  ketaatan. Maksudnya, wajib ta’at kepada pemimpin. Abdurrahman Abdu Khaqlid dan  Muhammad Mahmud Najdi menulis konsep-konsep ketaatan bagi anggota Ihya’ut  Turats. Dan ditetapkan dosa bagi yang tidak menaati pemimpin.</p>
<p>Mereka  mengangkat penanggung-jawab masjid-masjid dalam satu daerah, setiap penanggung  jawab masjid bertanggung-jawab kepada pemimpin umum Ihya’ut Turats. Tidak  disyaratkan bagi pemimpin tersebut alim terhadap ilmu agama atau bahwa ia  haruslah seorang thalibul ilmi. Yang penting ia loyal dan taat kepada aturan  organisasi dan manhaj Ihya’ut Turats.<span id="more-18"></span></p>
<p>Mereka mengadopsi konsep Ikhwanul  Muslimin dalam perkara tandzhim (aturan organisasi), mengikat pengikut dengan  pemimpin atau dengan Yayasan, ikut serta dalam pemilu dan masuk ke dalam  parlemen.</p>
<p>Demikian juga Ihya’ut Turats berbeda-beda prinsipnya, diantara  mereka ada yang bermanhaj (memilih jalan dakwah) Firqah Tabligh (aliran Jamaah  Tabligh), bergabung dengan Abdur Rahman Abdul Khaliq dan Syayiji, Sururiyun,  Salman Al ‘Audah dan menyebarkan kaset-kaset ceramahnya.</p>
<p>Ihya’ut Turots  adalah suatu organisasi yang tidak punya pendirian tegas, terkadang mengatakan  kami menentang Ikhwanul Muslimin, melawan pemikiran Sayyid Quthub, Muhammad bin  Surur, memuji Abdurahman Abdul Kholiq, Safar Hawali dan memuji orang-orang yang  melawan Salaf dan dakwahnya.</p>
<p>Hasan al Banna adalah penanggung-jawab  dakwah dan organisasinya (Ikhwanul Muslimin, red). Para dainya terikat oleh  pemimpin dalam satu yayasan. Padahal dakwah yang benar itu diikat dengan ahli  ilmu, dan bukannya diikat oleh pemimpin dalam yayasan-yayasan. Yayasan itu  memberi manfaat yang besar bila bertujuan menopang dakwah Islamiyah-Salafiyah,  atau membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Sayangnya, mereka menjadikan  yayasan sebagai hakim (pengatur) bagi para da’i. Bagi yang tidak sependapat  dengan aturan yayasan, maka ia harus disingkirkan.</p>
<p>Mereka menulis konsep  yang mereka namakan “Manhaj Yayasan” yang berisikan kalimat-kalimat yang sangat  umum maknanya, yang mereka tidak batasi maknanya pada apa yang mereka kehendaki.  Sesungguhnya sikap mereka adalah melawan orang-orang Salaf dan orang-orang yang  menentang Sururiyun, Sayyid Quthub dan Tabligh.</p>
<p>Kita menemukan bahwa  Ihya’ut Turats memiliki sikap yang jelek terhadap Syaikh Rabi’ Bin Hadi dan  Ulama-Ulama Salafi. Mereka menjauhkan para pemuda manhaj salaf dan menghadiri  taklim-taklim salafiyyin. Mereka bergabung bersama Jama’ah Tabligh, Sururiyun,  jama’ah Abdurahman Abdul Khaliq dan jama’ah Syayiji, seperti yang terjadi di  Kuwait.</p>
<p>Sikap mereka terhadap Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadi’i dan ulama  Salafi selain beliau, serta jama’ah Ansharus Sunnah di Sudan juga tidak baik.  Mereka memcah-belah dakwah Salaf di Yaman dan selanjutnya membentuk jama’ah yang  dibangun di atas tandzhim dan ketaatan kepada pemimpin mereka.</p>
<p>Nasihat  buat Ihya ut Turats<br />
Aku mengajak kepada Ihya’ut Turats untuk kembali kepada  ALLAH, bertaubat dan meninggalkan jalan yang selama ini mereka tempuh karena  jalan mereka membahayakan dan seiring dengan berjalannya waktu mereka membentuk  pemikiran dan jama’ah baru yang memiliki pemimpin dan konsep yang  sesat.</p>
<p>Hendaknya mereka kembali kepada jalan (manhaj) salaf. Inilah  keterangan yang bisa saya sampaikan dan saya meminta maaf kalau pembahasan ini  terlalu panjang karena pertanyaan kalian memerlukan jawaban yang panjang dan  seandainya kami mau merinci lebih panjang, tentu akan panjang lebar  pembahasannnya. Akan tetapi saya hanya mencukupkan sampai disini saja.</p>
<p>(Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy Syamari, pengajar di Makkah al Mukaramah,  dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian jama’ah Ahlusunnah wal Jama’ah asal  Belanda tentang perbedaan Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan  Ihya ut Turats. Penerbit Maktabah As-Sahab 2003. Judul asli Turkah Hasan Al  Banna wa Ahammul Waritsin. Penerjemah Ustadz Ahmad Hamdani Ibnul Muslim.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=18&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/ihyaut-turats/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sururiyah</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/sururiyah/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/sururiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 06:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/sururiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Membongkar pikiran Hasan Al Banna &#8211; Sururiyah
Penulis : Syaikh Ayyid asy  Syamari
Ada sekelompok muslim yang mengikuti kaidah salaf dalam perkara Asma’ dan  Sifat ALLAH, Iman dan Taqidr. Tapi, ada salah satu prinsip mereka yang sangat  fatal yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Mereka terpengaruh oleh prinsip Ikhwanul  Muslimin. Pelopor aliran ini bernama Muhammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=10&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 align="center">Membongkar pikiran Hasan Al Banna &#8211; Sururiyah</h2>
<p>Penulis : <strong>Syaikh Ayyid asy  Syamari</strong><br />
Ada sekelompok muslim yang mengikuti kaidah salaf dalam perkara Asma’ dan  Sifat ALLAH, Iman dan Taqidr. Tapi, ada salah satu prinsip mereka yang sangat  fatal yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Mereka terpengaruh oleh prinsip Ikhwanul  Muslimin. Pelopor aliran ini bernama Muhammad bin Surur.</p>
<p>Muhammad bin  Surur yang lahir di Suriah dahulunya adalah anggota Ikhwanul Muslimin. Kemudian  ia menyempal dari jamaah sesat ini dan membangung gerakannya sendiri berdasarkan  pemikiran-pemikiran Sayyid Quthub (misalnya dalam masalah demontrasi, kudeta dan  yang sejenisnya).</p>
<p>Dalam hal Asma dan Sifat, ia mengikut manhaj Salaf,  sehingga dari sinilah ia dapat masuk ke kerajaan Saudi dan belajar  disana.</p>
<p>Jama’ahnya dinamakan Quthbiyah, dinasabkan kepada Sayyid Quthub  karena dia memperbarui manhaj Ikhwanul Muslimin dan menciptakan gerakan-gerakan  dakwah yang sesat tersebut. Mereka bisa disebut Ikhwanul Muslimin apabila  disandarkan kepada induknya atau Sururiyah bila disandarkan kepada dainya yang  bergerak pertama kali di Saudi, yakni Muhammad Bin Surur. Jika tidak, maka  Sururiyah adalah Quthbiyah dan Ikhwanul Muslimin itu sendiri.<span id="more-10"></span></p>
<p>Sururiyah  memiliki prinsip-prinsip yang sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam masalah  takfir, demonstrasi, tanzhim, mobilisasi massa, dan mengikat pengikut dengan  imamat (kepemimpinan seorang Imam, red). Bentuk mereka bermacam-ragam sesuai  dengan kondisi negara setempat.</p>
<p>Contohnya di Mesir, sebelum diketahui  mereka berprinsip ikhwani, sebagian anggota mereka memulai dengan membangun  masjid-masjid. Setiap masjid memiliki penanggung-jawab, dan setiap  penanggung-jawab harus melapor kepada ketua wilayah dan ketua wilayah melapor  kepada ketua umum.</p>
<p>Sebagian mereka bergerak dalam pembangunan  perpustakaan-perpustakaan, lalu hasilnya dilaporkan dan dikumpulkan sampai  diketahui oleh pucuk pimpinan.</p>
<p>Sebagian lainnya membentuk halaqah Al  Quran dan dipimpin oleh seorang ketua halaqah. Kemudian beberapa ketua halaqah  dikumpulkan untuk melaporkan hasil-hasil gerakannya kepada ketua  umum.</p>
<p>Inilah yang disebut pemikiran Hasan Al Banna, tapi beda nama!  Sururiyah melakukan ini semua dan mereka adalah Ikhwanul  Muslimin.</p>
<p>Diantara kesamaan-kesamaan Sururiyah dan Ikhwanul Muslimin  ialah :<br />
1. Sururiyah memegangi prinsip Ikhwanul Muslimin : “Kita saling  tolong-menolong pada apa yang kita sepakati dan saling memaafkan pada apa yang  kita perselisihkan.”, akan tetapi dengan cara yang berbeda. Mereka merasa cocok  dengan dakwah Ikhwanul Muslimin dan meniru Hasan Al Banna, Sayyid Quthub, AL  Hadhami dan At Tilmisani yang beraqidah sufi dan asy’ari (Pengaruh Abul Hasan al  Asy’ari, red). Tokoh-tokoh itu menamakan diri dengan apa ? Dengan nama Ikhwanul  Muslimin ! Bukan dengan nama sufi dan asy’ari, walaupun pada dasarnya mereka  adalah asy’ari dan sufi. Oleh karena itu Sururiyah bekerjasama dengan firqah  Jama’ah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin, saling memaafkan pada apa yang mereka  perselisihkan (termasuk dalam masalah aqidah). Jama’ah Sururiyah berada pada  satu barisan dengan firqah (aliran) Tabligh. Ikhwanul Muslimin memasukkan ajaran  sufi, asy’ari dan syi’ah. Sementara Sururiyah memiliki satu pemikiran yang sama  dengan Ikhwanul Muslimin yaitu “saling memaafkan pada perkara yang mereka  perselisihkan”.<br />
2. Sururiyah memiliki satu pemikiran dengan Hasan al Banna  dan Sayyid Quthub dalam masalah mengkafirkan golongan lain dan pemerintahan  muslim.<br />
3. Sururiyah satu ide dengan Ikhwanul Muslimin dalam masalah  demonstrasi, mobilisasi dan selebaran-selebaran.<br />
4. Sururiyah sama dengan  Ikhwanul Muslimin dalam masalah pembinaan revolusi dalam rangka kudeta<br />
5.  Sururiyah sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam hal tanzhim (aturan) dan sistem  kepemimpinan yang mengkerucut (seperti piramid). Namanya berbeda, tapi  hakikatnya satu.<br />
6. Sururiyah sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam masalah  politik dan tenggelam dalam politik. Sehingga fatwa-fatwa mereka dibangun diatas  dasar pertimbangan politik.</p>
<p>Apa yang bisa dimanfaatkan dari gerakan ini ?  Mereka berdalil dengan prinsip-prinsip Ikhwanul Muslimin dan mereka tidak bisa  mengambil dalil-dalil syar’i. Dalam perang Afghanistan (melawan Russia, red),  mereka meninggalkan Syaikh Jamilur Rahman. Padahal beliau seorang muwahid dan  memerangi bid’ah. Namun disebabkan politik kebid’ahan yang ada pada mereka, maka  merekapun menahan hukum syariat (tidak ditegakkan, red). Mereka meninggalkan  ahli tauhid dan tidak mau bekerjasama dengan ahli tauhid. Akan tetapi mereka  tegak bersama ahli bid’ah, sementara Islam mewajibkan mereka untuk bekerjasama  dengan ahli tauhid. Dan mereka tidak melakukannya.</p>
<p>Sururiyah yang  ditokohi oleh Salman Al Audah dan Safar Hawali semuanya bekerjasama dengan  kalangan sufi dan asy’ari seperti Hikmatiyar, Rabbani dan Syah Mahmud. Setelah  ketiganya berselisih dan berpecah-belah, mereka menggandeng Hikmatiyar dan Abdur  Rabb Ar Rasul Sayyaf karena mereka termasuk golongan Ikhwanul Muslimin dan tidak  terpengaruh oleh buku-buku Sayyid Quthub.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa  Hikmatiyar ini pernah meminta bantuan kepada orang-orang komunis dan ini  berlawanan dengan prinsip Sururiyah yang melarang meminta bantuan kepada  orang-orang kafir. Namun karena alasan politis mereka membolehkan hal ini  !</p>
<p>Ketika Hikmatiyar jatuh dan pemerintahan dipegang orang-orang Taliban,  maka Sururiyah memandang negeri ini tidak bermanfaat, lalu mereka memalingkan  perhatiannya ke arah lain dan tidak memuji negara yang dikuasai orang-orang  Taliban.</p>
<p>Sekarang orang-orang Sururi memfokuskan perhatiannya kepada  negara Chechnya yang sedang diserang orang-orang kafir (Rusia, red) – semoga  ALLAH menolong para mujahidin dan kaum muslimin disana.</p>
<p>Demikianlah jalan  dakwah mereka selalu diwarnai politik. Metode berpolitik ini mereka adopsi dari  Hasan Al Banna. Al Banna, kita tahu, selalu menyikapi dalil-dalil syar’i secara  politis. Walhasil, dia membiarkan ahli maksiat dan orang-orang fasik dan  menyatukan mereka ke dalam satu golongan (partai) dalam rangka merealisasikan  konsepnya. Ia mendiamkan ahli maksiat dan orang-orang fasik agar tercipta  kondisi yang stabil dan mengokohkan golongannya.</p>
<p>Demikian juga muammalah  mereka bersama para saudagar dan orang-orang kaya dengan cara “mendompleng”  mereka dalam rangka mengumpulkan dana. Tanpa dana mereka tidak dapat berbuat  apa-apa dalam menjalankan roda dakwah sebagaimana Ikhwanul Muslimin dakwahnya  tergantung sekali dengan dana.</p>
<p>(Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy Syamari,  pengajar di Makkah al Mukaramah, dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian  jama’ah Ahlusunnah wal Jama’ah asal Belanda tentang perbedaan Ikhwanul Muslimin,  Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan Ihya ut Turats. Penerbit Maktabah As-Sahab  2003. Judul asli Turkah Hasan Al Banna wa Ahammul Waritsin. Penerjemah Ustadz  Ahmad Hamdani Ibnul Muslim.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=10&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/sururiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>