<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Hadist</title>
	<atom:link href="http://abufaruq.wordpress.com/category/hadist/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	<description>Blog Abu Faruq as Salaf</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2007 08:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abufaruq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0964f730d492a47f33ca5d3dd333626f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Hadist</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/29/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/29/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 07:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/29/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/</guid>
		<description><![CDATA[KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT
Ditulis oleh Abdurrahman Sarijan di/pada Maret 22nd, 2007
&#160;
&#160;
KESHAHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT
Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan
 Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya serta berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan kejelakan amalan kita.
Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=26&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><a href="http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/22/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/" rel="bookmark" title="Taut Tetap ke KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT">KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT</a></h2>
<p class="date">Ditulis oleh <a href="http://abdurrahman.wordpress.com/">Abdurrahman Sarijan</a> di/pada Maret 22nd, 2007</p>
<p class="entrytext">&nbsp;</p>
<p class="snap_preview">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">KESHAHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center">Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya serta berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan kejelakan amalan kita.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.<span id="more-26"></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Allah Azza Wa Jallah berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (102) سورة آل عمران.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span dir="ltr"></span>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim” (QS. Ali Imron: 102).</em></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Firman-Nya:</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1) سورة النساء.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menjadikan kamu dari satu jiwa dan menciptakan darinya istrinya dan Dia memperkembangbiakkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian” (QS. An-Nisaa’: 1)</em></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Amma ba’du</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Sebaik-baik perkataan adalah <em>Kalamullah</em> dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama dan setiap yang diada-adakan adalah <em>bid’ah</em> dan setiap yang <em>bid’ah </em>adalah Neraka tempat kembalinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan kepada kita bahwa umat ini (baca: Islam) akan terpecah belah menjadi beberapa golongan sebagaimana apa yang telah terjadi pada umat-umat terdahulu (Yahudi dan Nashrani). Namun ada saja orang-orang yang menyangkal hal ini (baca: terjadinya perpecahan umat), oleh karenanya dalam tulisan ini –insyaAllah- kami akan ketengahkan dalil-dalil yang menunjukkan akan terjadinya perpecahan pada umat ini (baca: Islam). Dalil-dalil itu sebagai berikut;</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong>A. Al-Qur’anul Kariim</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong>1. Allah Ta’ala berfirman:</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</span><span>  </span>(103) سورة آل عمران<span dir="ltr" style="font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span>“Dan berpeganglah kamu semuanya kapada tali Allah</span></em><span>1)<em> dan janganlah kamu berpecah belah, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh musuhan, maka Allah memepersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS. Ali Imron: 103).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span></span></em><strong><span>2. Allah Ta’ala berfirman:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (105) سورة آل عمران</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” </em><span>(QS. Ali-Imron: 105).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>3. Allah Ta’ala berfirman:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاء وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ (13) سورة الشورى</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan Isa, yaitu:’tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya’. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali kepada-Nya” </em><span>(QS. Asy-Syuura: 13).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>4. Allah Ta’ala berfirman:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153) سورة الأنعام</span><span dir="ltr" style="font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span>“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan</span><span>  </span>(yang lain yang banyak) yang akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya”</em><span> (QS. Al-An’am: 153).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>5. Allah Ta’ala berfirman:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا (115) سورة النساء</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-family:Tahoma;"></span><span dir="ltr"></span> <span style="font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa dengan kesesatannya dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam adalah seburuk-buruknya tempat kembali” </em><span>(QS. An-Nisa’: 115).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>B. Al-Hadits</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span>1. Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">تفرقت اليهود على إحدى وسبعين أو اثنين وسبعين فرقة والنصارى مثل ذلك وتفترق أمتي على ثلاث و سبعين فرقة.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan atau tujuh puluh dua golongan dan demikian juga umat Nashrani. Dan akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan” </em><span>(HR. At-Tirmidzi no. 2642; Ibnu Majah no. 3991. Berkata At-Tirmidzi: Hasan Shahih)2).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Sedangkan lafadz lain hadits yang berasal dari Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">تفرقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan dan akan berpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan”</em><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala mengomentari hadits di atas:”Sanadnya hasan, rijal-rijalnya seluruhnya tsiqoh dan mereka adalah rijal-rijal Bukhori-Muslim, kecuali Muhammad bin ‘Amr, maka dia ini hasanul hadits sebagaimana kami terangkan dalam Silsilah Ahadits Ash-Shohihah no. 203. Dan hadits ini dishahihkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim.3)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>2. Hadits dari ‘Auf</span><span>  </span>bin Malik radhiallahu ‘anhu </strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة فواحدة في الجنة وسبعين في النار, وافترقت النصارى على ثنيتين وسبعين فرقة فإحدى وسبعين في النار و واحدة في الجنة والذي نفس محمد بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة واحدة في الجنة وسبعين في النار, قيل يا رسول الله من هم؟ قال: هم الجماعة</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di Surga dan tujuh puluh golongan di Neraka. Dan telah terpecah belah umat Nashrani menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di Neraka dan satu golongan di Surga. Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, benar-benar akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu di Surga dan tujuh puluh dua golongan di Neraka”. Sahabat bertanya:’Siapakah mereka ya Rasulullah?’. Sabdanya:”Mereka adalah Al-Jama’ah”</em><span> (HR. Ibn Majah; At-Thabari dalam Al-Kabir 18/70; Al-Lalaka’I dalam Syarh I’tiqod Ahlus Sunnah Wal Jama’ah 1/101; Al-Hakim dalam Mustadrak 1/47).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala dalam mengomentari hadits di atas:”Sanadnya jayyid, rijal-rijalnya semuanya tsiqoh ma’ruf selain ‘Ubaad Sa’id Al-Qurasyiy Al-Hamashiy, beliau meninggal pada tahun 250 H. Dan hadits yang berasal darinya diriwayatkan oleh Ibn Majah. Hadits ini aku keluarkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 1492.4)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>3. Hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">إن بني إسرائيل افترقت على إحدى وسبعين فرقة وإن أمتي ستفترق على ثنيتين وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl" style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span><span> </span><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Sesungguhnya bani Isroil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan sesungguhnya umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, semuanya masuk Neraka kecuali satu, dan mereka adalah Al-Jama’ah” </em><span>(HR. Ibn Majah n0. 3990).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih. Hadits ini telah aku keluarkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 203 dari hadits Abi Hurairoh radhiallahu ‘anhu dan no. 204 dari hadits Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>Hadits dari Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu adalah sebagai berikut;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">إن هذه الأمة ستفترق على </span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-family:Tahoma;"></span><span dir="ltr"></span><span> </span><span style="font-family:Tahoma;">إحدى وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Sesungguhnya umat ini (Islam) akan terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, semuanya masuk Neraka kecuali satu (golongan), mereka adalah Al-Jama’ah”</em><span>5).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>4. Hadits dari ‘Irbadl bin Sariyah radhiallahu ‘anhu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما بعد صلاة الغدة موعظة بليغة ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب, فقال رجل: إن هذه موعظة مودع فماذا تعد إلينا يا رسول الله, قال: “أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن عبد حبشي فإن من يعش منكم يرى اختلافا كثيرا وإياكم ومحدثات الأمور فإنها ضلالة فمن أدرك ذلك منكم فعليه بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المحديين عضوا عليها بالنواجد…”</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><em><span></span><span dir="ltr"></span>“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami setelah sholat dengan nasehat yang menggetarkan hati dan membelalakkan mata, maka kami berkata:’Ya Rasulullah, ini seperti nasehat orang yang akan berpisah, maka wasiatilah kami’. Beliau bersabda:”Aku wasiatkan pada kalian untuk bertaqwa, mendengar dan ta’at, meskipun yang memerintah kalian adalah seorang Habasyiy (budak). <strong>Barangsiapa diantara kalian hidup setelahku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak</strong>. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa’ ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu…” </em><span>(HR. Abu Dawud no. 4607; AT-Tirmidzi no. 2676; Ibn Majah no. 42; Ahmad 4/126,127).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata At-Tirmidzi:”Hadits Hasan Shahih”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah Ta’ala:”Bahwasannya secara zhahir sanad hadits ini jayyid mutashil dan periwayatannya adalah tsiqoh masyhur. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Al-Hafidz Abu Nu’aim:”Termasuk dalam hadits yang jayyid dari hadits-hadits yang shahih”6).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala dalam mentakhrij hadits di atas menerangkan sbb;</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>a. Hadits dengan sanad dari Abdul Wahhab bin Najdah; telah berkata Walid bin Muslim, dari Abdullah bin Al-’Ala’ dari Yahya bin Abi Al-Matha’, ia berkata:”Aku telah mendengar ‘Irbadl bin Sariyah berkata:’Bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits di atas)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiuddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih, rijal-rijalnya tsiqoh, akan tetapi Al-Walid bin Muslim seorang mudalis, tetapi hadits ini diperjelas (diperkuat) dengan sanad yang lain yang akan disebutkan setelah ini. Hadits dengan sanad ini dishahihkan oleh Ibn Hibban no. 102 dan selainnya, lihatlah ta’liq saya terhadap kitab Al-Misykah no. 165. Dan hadits yang dikeluarkan oleh Ibn Majah no. 43 dengan sanad: Telah berkata kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Dzakun Ad-Damsiqi, telah berkata Al-Walid bin Muslim, telah berkata kepadaku Abdullah bin Al-’Ala’ –yakni Ibn Zabir-, menceritakan kepadaku Yahya bin Abi Al-Matha’, ia berkata:’AKu mendengar ‘Irbadl bin Sariyah berkata, kemudian ia menyebutkan hadits tersebut…’. Saya (Syaikh Al-Albani rahimahullah) berkata:”Sanad hadits ini shahih mutashil…”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>b. Telah berkata ‘Amru bin ‘Utsman, telah berkata Baqiyah bin Al-Walid, dari Bahir bin Sa’ad dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr As-Salamiy dari ‘Irbadl bin Sariyah, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (matan hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits shahih, semua rijal-rijalnya tsiqoh walaupun ada ‘an’anah7) Baqiyah akan tetapi hadits ini ada penyertanya sebagaimana kita ketahui. Hadits dengan sanad ini diriwayatkan oleh: At-Tirmidzi no. 2676, ia berkata:”Hadits Hasan Shahih”; Ahmad 4/126,127; Abu Dawud no. 4607; Ad-Darimi 1/44-45; Ibn Hibban no. 102; Al-Hakim 1/95, ia berkata:”Shahih, padanya tidak ada ilat (=penyakit/cacat) dan disepakati oleh Adz-Dzahabi…”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>c. Telah berkata Isa bin Kholid, telah berkata Abu Al-Yaman, telah berkata Isma’il bin ‘Iyasy dari Arthah bin Munzir dari Al-Muhashir bin Habib dari ‘Irbadl bin Sariyah, ia berkata (matan hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih, semua rijalnya tsiqoh selain Isa bin Kholid, ia tidak saya ketahui (majhul).Ia bukanlah Isa bin Kholid Al-Yamamiy yang biodatanya terdapat di dalam kitab Al-Jarh Wat Ta’dil 3/1/275 dan tarikh ibn Asakir 14/4/1-2…”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>d. Telah berkata Muhammad bin ‘Auf, telah bekata Abu Al-Yaman dari Isma’il bin ‘Iyash dari Sulaiman bin Salim dari Yahya bin Jabir dari Abdurrahman bin ‘Amr dari ‘Irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh…”.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>e. Telah berkata kepadaku Abdurrahim bin Mutharif Ar-Ruwaisiy, telah berkata kepadaku Isa bin Yunus dari Tsur bin Yazid dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr dari ‘Irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh…”.</span></p>
<p><span>f. Telah berkata kepadaku Husain bin Hasan, telah berkata kepadaku Al-Walid bin Muslim, telah berkata kepadaku Tsur bin Yazid dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr As-Salamiy dan Hajar bin Hajar Al-Kala’iy dari “irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh. Husain bin Hasan adalah Ibn Harb As-Salamiy Al-Maruziy, ia tsiqoh, meninggal pada tahun 246. Lihat hadits no. 27 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> dan hadits yang menyertainya berasal dari Abdul Malik bin As-Shabah Al-Misam’iy, telah berkata kepadaku Tsur bin Yazid yang dikeluarkan oleh Ibn Majah no. 44.9) </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span></span><strong><span>5. Hadits dari Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;">عن عبد الله بن مسعود, قال: حط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم يوما خطا ثم قال:”هذا سبيل الله” ثم خط خطوطا عن يمنه وعن شماله ثم قال:”هذه سبل على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه, ثم تلا:</span><span style="font-family:Tahoma;"> </span><span style="font-family:Tahoma;">((وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata:’Pada suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menggambar garis dan berkata:”Ini adalah jalan Allah”, lalu ia menggambar garis-garis disisi kanan dan kirinya (dari garis yang pertama) kemudian bersabda:”Ini adalah jalan-jalan, pada setiap jalan itu ada Syaithan yang menyeru padanya”, lalu ia membaca ayat (artinya):</span><em><span>“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan</span><span>  </span>(yang lain yang banyak) yang akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya”</em><span> (QS. Al-An’am: 153) (HR. Ahmad 1/813; An-Nasa’i).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span>Catatan Kaki:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>1) Makna <strong>tali Allah</strong> dalam ayat ini adalah <strong>Al-Qur’an dan As-Sunnah</strong>. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaid dalam Fadhaailul Qur’an hal: 75; Ad-Darimi II/433; Ibn Nashir dalam As-Sunnah no. 22; Ibn Ad-Dhurais dalam Fadhaailul Qur’an, hal: 74; Ibn Jarir dalam tafsirnya no. 7566 (tahqiq Ahmad Syakir); At-Thabari IX/9031; Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah, hal: 16; Ibn Bathah dalam Al-Ibaanah no. 135. Riwayat ini Shahih.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>2) Hadits Hasan Shahih adalah hadits shahih lii ghoirihi karena adanya riwayat-riwayat shahih yang menguatkan hadits hasan lii dzatihi (An-Nukat, hal: 93).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>3) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah, 1/33.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>4) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah, 1/32.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>5) Idem, 1/32-33.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>6) Jami’ Ulum Wal Hikam, hal: 325.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>7) Yang disebut dengan ‘an’anah adalah hadits yang diriwayatkan dengan lafadz ‘an </span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl" style="font-family:'Traditional Arabic';"></span><span dir="rtl"></span>(عن)<span dir="ltr"></span><span></span><span dir="ltr"></span>. Jumhur ulama mengatakan bahwa hadits yang demikian ini diterima apabila tidak ditemukan rawi yang mudalis di dalamnya. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan bin Abdil Hamid (Lihat An-Nukat, hal: 171).</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> No hadits dalam kitab Zhilalul Jannah.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>9) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah 1/17-19.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/22/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=26&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/29/keshohihan-hadits-perpecahan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits Sihir</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/hadits-sihir/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/hadits-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 06:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/hadits-sihir/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Penjelasan Para Ulama tentang Hadits Sihir
dari Kitab: Meluruskan Pemahaman tentang Hadits Sihir
(studi Kritis Buku: Benarkah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam Pernah Tersihir? karya Ali Umar Al Habsyi) Halaman : 237 &#8211; 253
Oleh: Al-Ustadz Askari Bin Jamal al-Bugisi

Ibnul Qayyim rahimahullah

Ibnul Qayyim Rahimahullah ketika menjelaskan kedudukan hadits sihir menjelaskan:
“Hadits ini Tsabit (Shahih) menurut para ahli ilmu dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=14&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">&nbsp;</p>
<p align="center"><span style="font-size:130%;"><strong>Penjelasan Para Ulama tentang Hadits Sihir</strong></span></p>
<p align="center">dari Kitab: Meluruskan Pemahaman tentang Hadits Sihir<br />
(studi Kritis Buku: <em>Benarkah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam Pernah Tersihir?</em> karya Ali Umar Al Habsyi) Halaman : 237 &#8211; 253</p>
<p align="center"><span style="font-family:courier new;"><span style="font-size:85%;font-family:verdana;">Oleh: Al-Ustadz Askari Bin Jamal al-Bugisi</span></span></p>
<p align="center"><a href="http://abufaruq.files.wordpress.com/2007/03/prophet-sword.jpg" title="prophet-sword.jpg"><img src="http://abufaruq.files.wordpress.com/2007/03/prophet-sword.thumbnail.jpg" alt="prophet-sword.jpg" /></a></p>
<p align="left"><span style="color:#3333ff;">Ibnul Qayyim rahimahullah<br />
</span><br />
Ibnul Qayyim Rahimahullah ketika menjelaskan kedudukan hadits sihir menjelaskan:<br />
“Hadits ini Tsabit (Shahih) menurut para ahli ilmu dalam bidang hadits, mereka telah menerimanya dan tidak berselisih tentang keshahihannya. walaupun banyak kalangan ahli kalam dan selainnya yang membantahnya, mengingkari dengan keras bahkan menganggapnya dusta.sebagian mereka ada yang menulis karangan khusus tentang hal ini dan menuduh Hisyam (bin Urwah) sebagai penyebab (lemahnya).Dan yang maksimal (cercaan terhadap Hisyam bahwa mereka)menuduh Hisyam telah keliru dan tersamarkan hadits ini atasnya,padahal sedikitpun dirinya tidak demikian.Lalu (mereka) berkata:”Karena Nabi Shalallahu alaihi wasalam tidak mungkin terkena sihir, sebab hal itu akan membenarkan perkataan kaum kuffar:</p>
<p>“Tidaklah Kalian mengiktui kecuali seorang yang tersihir” (Q.S Al Furqon :8)</p>
<p>Lalu mereka berkata; dan seperti apa yang dikatakan oleh Fir’aun kepada Musa:</p>
<p>“Sesungguhnya aku menganggapmu-wahai Musa-orang yang tersihir “(Q.S Al-Isra:101)<span id="more-14"></span></p>
<p>Dan perkataan Kaum kepada Shaleh ‘Alaihi Salam:<br />
“Sesunguhnya engkau thanyalah termasuk orang-orang yang teersihir “(Asy-Syu’ara:153)</p>
<p>Juga seeperti perkataan Kaum Syu’aib kepada Syu’aib ‘Alaihi Salam:<br />
“Sesunguhnya engkau hanyalah orang yang tersihir “.(Q.S Asy’ara:185)</p>
<p>Mereka juga mengatakan:”para Nabi tidak mungkin di sihir, sebab yang demikian itu meniadakan pemeliharaa Allah subahanahu wa ta’ala terhadapnya dan menjaganya dari apra Syaitan”.</p>
<p>Semua yang mereka katakan tersebut tertolak menurut ahli ilmu.Sesungguhnya Hisyam termasuk perawi yang paling tsiqah dan berilmu, tidak seorangpun dari kalangan Imam mencela-nya yang mengakibatkan tertolaknya hadits(yang diriwayatkannya). Apa pula urusan ahli kalam ikut-ikutan membicarakan hal ini? Telah diriwayatkan pula dari selain Hisyam Radhiallahuanhu dari ‘Aisyah radhiallahuanha dan telah sepakat pemilik dua Shahih (Bukhari dan Muslim) dalam menshahihkan hadits ini tidak seorangpun dari kalangan ahli Hadits dan Fiqih yang menolaknya. Kisah ini Masyhur bagi ahli tafsir,sunan,hadits,sejarah dan fuqaha’.Mereka lebih alim tentang keadaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dan kesahariannya daripada ahli kalam . (at-Tafsir al Qayyim :5/406-407)</p>
<p>Lalu Mengatakan: “Sihir yang menimpa beliau Shalallahu ‘alaihi wasalam adalah sejenis penyakit dari penyakit-penyakit yang muncul,kemudian Allah Subahanahu wata’ala menyembuhkannya. Hal tersebut bukan merupakan kekurangan (bagi Rasul) dan tidak ada celaan sedikitpun padanya, sesungguhnya penyakit boleh menimpa para nabi,demikian pula pingsan.sungguh Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam pernah pingsan ketika sakit,pernah terjatuh hingga terluka kaki beliau Shalallahu ‘alaihi wasalam dan tergores kulitnya.Ini termasuk bala’ (cobaan) yang dengannya Allah subahanahu wa ta’ala mengangkat derajat beliau shallalahu ‘alaihi wasalam serta dengannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mendapat keutamaannya. Adapun cobaan paling berat yang di rasakan oleh para Nabi adalah cobaan yang mereka terima dari umatnya dari berbagai macam ujian, berupa pembunuhan dan pemukuloan, celaan dan penahanan. Maka bukanlah suatu hal yang baru Jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mendapatkan ujian dari sebagian musuh-musuhnya dengan sejenis sihir, sebagaimana Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam telah di uji dengan lemparan panah dari musuhnya lalu panah tersebut melukai Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam juga pernah di uji dengan diletakannya kotoran di atas punggung Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tatkala sujud, dan selain itu. (Ini semua,ed)tidak menunjukan kekurangan dan aib atas mereka (para nabi),bahkan menunjukan kesempurnaan dan ketinggian derajat mereka di sisi Allah subahanahu wata’ala. (Q.S At-Tafsir al Qayyim, Jilid:5/408)</p>
<p>Abu Fadhl ‘Iyyadh bin Musa bin “Iyyadh al Yahshubi , yang Masyhur dengan nama ” al Qadhi bin ‘Iyyadh “</p>
<p>Beliau Rahimahullah mengatakan dalam kitabnya ” Asy-Syifa’ “, ketika menjawab syubhat orang-orang yang meragukan hadits tentang tersihirnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam.</p>
<p>“Ketahuilah-semoga Allah subahanahu wata’ala memberi taufik kepada kami dan kalian- bahwa hadits ini adalah hadits yang shahih yang di sepakati keshahihannya.Kaum mulhid (atheis) telah mencerca hadits ini –dan hal itu semakin menguatkan kerendahan akal mereka-juga pengkaburan (al-haq) dari Orang-orang yang semisal dengan mereka untuk membuat keraguan dalam syari’at. Sungguh Allah subahanahu wata’ala telah mensucikan syari’at serta nabi-Nya dari sesuatu yang mengaburkan perkaranya (berupa wahyu). Sihir yang di maksud disini hanyalah sejenis penyakit yang timbul, maka Boleh menimpa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sebagaimana berbagai jenis penyakit lain yang tidak mungkin di ingkari, dan hal itu tidaklah merusak kenabian Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.</p>
<p>Adapun yang terdapat dalam riwayat bahwa dikhayalkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam telah melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya, maka ini tidaklah merusak sediktpun apa yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sampaikan, Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam syari’atkan, atau merusak kejujuran Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.sebab dalil telah jelas dan mayoritas Ulama telah bersepakat bahwa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam adalah maksum. Hal ini Hanyalah kejadian yang mungkin saja muncul dalam perkara duniawi-yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak di utus karena (urusan dunia) dan tidak ada keutamaan padanya. Sehingga selama di Dunia, bisa saja Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tertimpa berbagai penyakit halnya manusia lain. Maka bukanlah suatu hal yang mustahi lantas di khayalkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam beberapa urusan yang pada hakekatnya tidak ada. Akhirnya,Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam pun terbebas darinya dan kembali seperti sedia kala.</p>
<p>Telah ditafsirkan juga bahwa perkara yang di khayalkan tersebut –dalam hadits yang lain-dari kalimat”sehingga dikhayalkan kepada Beliau shalallahu n’alaihi wasalam telah mendatangi istrinya padahal Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak mendatanginya.”<br />
Sufyan rahimahullah mengatakan : “Tidak ada khabar lain yang di nukilkan dari Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam selain dari yang telah di khabarkan – Sufyan – bahwa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam ingin melakukannya dan ternyata beliau tidak melakukannya, namun itu hanyalah bersifat goresan hati dan khayalan.<br />
Adapula yang mengatakan, “Yang dimaksud dalam hadits ini adalah Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam membayangkan sesuatu bahwa beliau melakukannya namun ternyata tidak melakukannya.Namun itu adalah khayalan yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sendiri tidak meyakini kebenarannya. Maka semua keyakinan Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tetaplah benar dan apa yang Beliau ucapkan tetaplah terjaga.</p>
<p>Inilah yang aku temukan dari jawaban para Ulama kita tentang Hadits ini dengan tambahan penjelasan dari kami tentang makna perkataan mereka serta terhadap beberapa isyarat yang mereka sebutkan dan setiap jawaban tersebut memuaskan.<br />
Namun telah nampak bagiku penakwilan yang terdapat dalam hadits ini-yang lebih jelas dan lebih selamat dari celaan orang-orang yang sesat-yang dapat kita petik dari hadits itu sendiri.”</p>
<p>Kemudian Beliau Rahimahullah menyabutkan beberapa riwayat dan lafadz hadits ini, lalu melanjutkan: “Dari kandungan riwayat-riwayat tersebut jelaslah bahwa sihir itu hany menimpa zhahirnya Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dan jasadnya, bukan hati,keyakinan dan akalnya.Dan hal itu hanya memberikan pengaruh pada penglihatan,mencegah dari menetubuhi istri dan makan beliau shalallahu ‘alaihi wasalam, sehingga tubuh Beliau shlallahu ‘alaihi wasalam lemas dan menyebabkan sakit.Maka makna perkataan “………dibayangkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mendatangi istrinya, namun tatkala Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam telah mendekatinya sihir tersebut mempengaruhi tubuhnya (menjadi lemah),sehingga Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak mampu melakukannya, sebagaimana sesuatu yang menimpa secara tiba-tiba sehingga melemahkan Beliau shalallahu ‘alahi wasalam.</p>
<p>Adapun perkataan Aisyah, “……..dan di khayalkan kepada Beliau bahwa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam melakukan sesuatu dalam penglihatannya, sebagimana yang di sebutka dalam hadits:”Bahwa Beliau menyangka akan mampu melihat seseorang dari orang lain, lalu yang ternyata tidak seperti yang beliau shalallahu ‘alaihi wasalam bayangkan, karena apa yang menimpa pandangannya menyebabkan (tubuh Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam) menjadi lemah-bukan sesuatu yang merusak pikirannya . (Kitab Asy-Syifa’, Al Qadhi Iyyadh : 2/856-869,tahqiq Al Bijawi,Maktabah al-Iman)</p>
<p><span style="color:#3333ff;">Al Imam Al-Maziri rahimahullah</span></p>
<p>Beliau Rahimahullah Mengatakan: “Sebagian ahli Bid’ah telah mengingkari hadits ini dan menyangka hadits tersebut merendahkan kedudukan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dan membuat keragu-raguan padanya,lalu mereka berkata: “segala sesuatu yang mengantarkan kepada (keraguan) tersebut maka itu bathil. Mereka menyangka bahwa terjadinya hal tersebut pada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dapat menghilangkan kepercayaan terhadap syari’at beliau shalallahu ‘alaihi wasalam bawa, sebab ada kemungkinan dengan kejadian ini dikhayalkan kepada beliau telah melihat jibril Alaihi salam padahal Jibril tidak ada disana, dan menyangka telah di wahyukan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sesuatu, padahal tidak ada wahyu yang turun kepadanya,”</p>
<p>Beliau Melanjutkan: “Semua ini tertolak . sebab, dalil telah nyata menunjukan kejujuran Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam terhadap apa yang disampaikannya dari Allah subahanahu wata’ala dan terpeliharanya penyampaian Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam . Berbagai mu’jizat menjadi saksi kejujuran Beliau shalallahu ‘alahi wasalam.Maka beranggapan terhadap sesuatu yang telah terdapat dalil –yang menyelisihi yang hal tersebut;adalah suatu kebatilan. Adapun yang berhubungan dengan sebagian perkara dunia yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam pun tertimpa apa yang menimpa manusia lainnya seperti berbagai penyakit, maka Bukan hal yang mustahil pula di khayalkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam urusan dunia yang pada hakekatnya tidak ada, dalam keadaan Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tetap terpelihara darinya dalam perkara agama. (di Nukilkan Oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari:10/237. Demikian pula An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim:14/175 dan Kitab Difa’ ‘an as-Sunnah, Muhammad Abu Syahbah:26</p>
<p><span style="color:#3333ff;">Al Muhallab rahimahullah</span></p>
<p>Beliau rahimahullah berkata: Terjaganya Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dari para syaithon tidaklah mencegah kehendak mereka untuk menggangu Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam. Telah disebutkan dalam “as-Shahih” bahwa syaitan ingin merusak shalat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam maka Allah menyelamatkannya dari syaithan tersebut. Demikian pula sihir yang mendatangkan kemudharatan kepadanya shalallahu ‘alaihi wasalam tidaklah mengurangi sediktpun apa yang beliau sampaikan (dalam urusan agama), namun ini termasuk jenis kemudharatan berbagai penyakit apa yang beliau alami berupa kelemahan untuk berbicara, ketidakmampuan melakukan sebagian perbuatan,atau terjadinya sesuatu yang membayangkan serta tidak berkepanjangan,tetapi segera sirna dan Allah subahanahu wata’ala membatalkan tipu daya para syaithan. (di nukil Oleh Al Hafidz dalam Fathul Bari: 10/238)</p>
<p><span style="color:#3333ff;">Fatwa Lajnah ad-Da’imah<br />
</span><br />
Fatwah lajnah da’imah di Tanya, teks pertanyaannya sebagai berikut:</p>
<p>Apakah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam pernah terkena Sihir, dan apakah memberi pengaruh padanya?</p>
<p>Jawab: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam adalah seorang manusia, dapat menimpa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam apa-apa yang menimpa manusia lainnya dari berbagai penyakit,sikap melampaui batas sebagian manusia terhadapnya dan tindak kedzaliman mereka terhadap Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sebagaimana manusia yang lainnya.Demikian pula hal-hal lain yang berhubungan dengan perkara dunia yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tertimpa sesuatu penyakit atau sikap melampaui batas orang lain terhadapnya-dengan sihir misalnya-yang dengan sebab itu Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam membayangkan sesuatu urusan dunia yang hakekatnya tidak ada. Dibayangkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam menyetubuhi istrinya padahal Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak melakukannya,atau Beliau shalallahu ‘alahi wasalam memiliki kekuatan untuk menyetubuhinya, namun tatkala mendekati salah seorang dari mereka, tiba-tiba muncul kelemahan dan hilang kekuatan beliau untuk melakukannya.Tetapi musibah yang menimpa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam penyakit, atau sihir tersebut tidaklah mempengaruhi penerimaan wahyu dari Allah subahanahu wata’ala dan tidak berhubungan dengan apa yang beliau sampaikan dari Allah subahanahu wata’ala kepada umatnya, karena telah tegaknya berbagai dalil dari Al Qur’an dan sunnah dan kesepakatan para pendahulu umat ini yang menunjukan kemaksumannya (terpeliaharanya) Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dalam menerima wahyu,menyampaikan, dan semua yang berhubungan dengan perkara-perkara agama. Dan sihir adalah sejenis penyakit yang menimpa Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.”</p>
<p>Kemudian Al-Lajnah menyebutkan Hadits Aisyah radhiallahu anha,lalu melanjutkan: “Barang siapa yang mengingkari terjadinya hal itu, sungguh dia telah menyelisih dalil-dalil,ijma’ para sahabat dan pendahulu umat ini. Lalu berpegang dengan syubhat dan prasangka yang tidak memiliki pondasi kebenaran, sehingga tidak bisa di jadikan sebagai sandaran. Telah dirinci masalah ini oleh Al-Allamah Ibnul Qayyim dalam kitabnya <em>Zadul Ma’ad</em> dan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam <em>Fathul Bari</em>.”</p>
<p>Wabillahi at-taufiq, washalallahu ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi washabihi wasallam</p>
<p>Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz<br />
Wakil: Abdurrazzaq Afifi<br />
Anggota: Abdullah bin Qu’ud<br />
Abdullah bin Ghudyyan</p>
<p>(Fatawa al Lajnah ad-Da’imah: No.4015)</p>
<p><span style="color:#3333ff;">Fatwa Syaikh bin Baz rahimahullah</span></p>
<p>Beliau rahimahullah menjawab pertanyaan seputar Hadits tentang tersihirnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam: “Ini benar adanya, terdapat dalam hadits yang shahih dan hal itu terjadi di madinah.tatkala wahyu telah turun (secara berangsur) dan telah tegak tonggak risalah (yang beliau sampaikan), telah tampak berbagai tanda kenabian Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dan kebenaran risalahnya, serta Allah subahanahu wata’ala menolong nabi-Nya mengalahkan kaum musyrikin dan menghinakan mereka; seorang dari Yahudi yang bernama Labid bin Al-A’sham ingin mengganggu Beliau shalallahu ‘alahi wasalam. Dia pun membuat simpul sihir pada sisir, rontokan rambut, dan mayang kurma jantan, sehingga di bayangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasalam melakukan sesuatu terhadap keluarganya padahal ternyata tidak melakukannya. Namun tetap-walhamdulillah-akalnya, perasaannya, dan pemahamannya terhadap Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam beritakan kepada manusia tidaklah terganggu. Beliau shalallahu alaihi wasalam tetap memberitakan kepada manusia kebenaran yang telah Allah subahanahu wata’ala wahyukan kepadanya,namun beliau shalallahu ‘alaihi wasalam merasakan sesuatu yang memberikan sebagian pengaruh dalam hubungannya dengan Istrinya, sebagaimana yang di katakan aisyah radhiallahu anha bahwa di bayangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasalam melakukan sesuatu bersama keluarganya di rumah dan ternyata Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak melakukannya. Maka datanglah wahyu kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dari Rabb-Nya subahanahu wata’ala melalui Jibril ‘alaihi salammengabarkan apa yang telah telah terjadi pada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.Diutuslah (sebagian sahabat) untuk mengeluarkan (simpul sihir) dari sumur milik salah seorang Anshar tersebut dan melenyapkan (pengaruh sihir )-nya.akhirnya hilanglah pengaruh tersebut-segala puji bagi Allah-Allah menurunkan kepada Beliau shlallahu ‘alaihi wasalam du surat : almu’awwidzatain (al Falaq dan An-Nas, pen), Lalu Beliau shalallahu ‘alahi wasalam membacanya.Maka hilanglah setiap gangguan tersebut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “tidak ada seorang yang berita’awwudz yang menandingi keduanya”. (HR. Abu Dawud dari ‘Ugbah bin Amir dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ : 7949,pen)</p>
<p>Dan (hal itu) tidaklah mengakibatkan sesuatu yang memudharatkan manusia, atau merusak risalah atau wahyu yang Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam bawa. Allah subahanahu wata’ala telah memeliharanya dari manusia atas sesuatu yang mencegah terhalanginya risalah yang Beliau bawa, atau tercegah dari menyampaikannya.</p>
<p>Adapun yang menimpa para rasul berupa jenis-jenis gangguan,Beliau shalallahu ‘alaihi waslam pun tidak terpelihara darinya, hal itu pun menimpa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.Diantaranya juga,terlukanya Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam pada perang Uhuhd, kepala Beliau di Pukul dengan alat pelinfung kepala hingga sebagian besinya masuk kedalam dua pipi Beliau shlallahu ‘alaihi waslam, serta terjatuh pada sebagian lubang yang terdapat di sana. Dan mereka (Rasulullah dan para sahabat) telah disempitkan kehidupannya sewaktu di Makkah, Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mengalami sesuatu yang telah menimpa para rasul sebelumnya.Inilah Sunatullah, dengannya Allah subahanahu wata’ala mengangkat derajat Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam meninggikan kedudukannya, dan melipatgandakan kebaikan-kebaikannya. Namun Allah senantiasa memelihara Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dari sisi bahwa meraka tidak mampu membunuhnya, dan tidak mampu mencegahnya menyampaikan risalah. Tidak satupun yang mampu menghalagi apa saja yang wajib beliau sampaikan, sungguh Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam telah menyampaikan risalah,menunaikan amanah, mudah-mudahan shalawat dan salam Allah subahanahu wata’ala senantiasa tercurah atas Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam. (Fatwa Syaikh bin Baz :1/6.Bab. Al-llaj Li Man bihi Sharf aw ‘Athf aw Sihr)</p>
<p>diambil dari: http://antosalafy.wordpress.com/tag/hadist/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=14&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/28/hadits-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abufaruq.files.wordpress.com/2007/03/prophet-sword.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prophet-sword.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>