<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://abufaruq.wordpress.com/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	<description>Blog Abu Faruq as Salaf</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2007 08:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abufaruq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0964f730d492a47f33ca5d3dd333626f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berjalan di Atas Manhaj Salafus Shalih &#187; Keluarga</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Birrul Walidain</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/birrul-walidain/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/birrul-walidain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2007 04:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/birrul-walidain/</guid>
		<description><![CDATA[LIMA PERKARA TERMASUK BERBAKTI  KEPADA KEDUA ORANG TUA SETELAH MENINGGAL
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana caranya berbakti kepada kedua orang tua ? Dan apakah boleh ibadah umrah (mengumrahkan) untuk salah seorang mereka walaupun pernah melaksanakannya ?
Jawaban
Berbakti kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka dengan harta, wibawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=33&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>LIMA PERKARA TERMASUK BERBAKTI  KEPADA KEDUA ORANG TUA SETELAH MENINGGAL</strong></p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana caranya berbakti kepada kedua orang tua ? Dan apakah boleh ibadah umrah (mengumrahkan) untuk salah seorang mereka walaupun pernah melaksanakannya ?<span id="more-33"></span></p>
<p>Jawaban<br />
Berbakti kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka dengan harta, wibawa (kedudukan) dan bantuan fisik. Ini hukumnya wajib. Sedangkan durhaka kepada kedua orang tua termasuk perbuatan yang berdosa besar, yaitu tidak memenuhi hak-hak mereka. Berbuat baik kepada mereka semasa hidup, sudah maklum, sebagaimana kami sebutkan tadi, yaitu dengna harta, wibawa (kedudukan) dan bantuan fisik. Adapun setelah meninggal, maka cara berbaktinya adalah dengan mendo’akan dan memohonkan ampunan bagi mereka, melaksanakan wasiat mereka, menghormati teman-teman mereka dan memelihara hubungan kekerabatan yang ada tidak akan punya hubungan kekerabatan dengan mereka tanpa keduanya. Itulah lima perkara yang merupakan bakti kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia.</p>
<p>Bersedekah atas nama keduanya hukumnya boleh. Tapi tidak harus, misalnya dengan mengatakan kepada sang anak, “Bersedekahlah”. Namun yang lebih tepat, “Jika engkau bersedekah, maka itu boleh”. Jika tidak bersedekah, maka mendo’akan mereka adalah lebih utama, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Jika seorang manusia meninggal, terputuslah semua amalnya kecuali tiga, shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akannya” [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Washiyah (1631)]</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa do’a itu bersetatus memperbaharui amal. Ini merupakan dalil bahwa mendo’akan kedua orang tua setelah meninggal adalah lebih utama daripada ibadah umrah (mengumrahkan) mereka, membacakan Al-Qur’an untuk mereka dan shalat untuk mereka, karena tidak mungkin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantikan yang utama dengan yang tidak utama, bahkan tentunya beliau pasti menjelaskan yang lebih utama dan menerangkan bolehnya yang tidak utama. Dalam hadits tadi beliau menjelaskan yang lebih utama.</p>
<p>Adapun tentang bolehnya yang tidak utama, disebutkan dalam hadits Sa’d bin Ubaidillah, yaitu saat ia meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersedekah atas nama ibunya, lalu beliau mengizinkan[1]. Juga seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal tiba-tiba, dan aku lihat, seandainya ia sampai berbicara, tentu ia akan bersedekah. Bolehkah aku besedekah atas namanya ?” Beliau menjawab, “Boleh”[2]</p>
<p>Yang jelas, saya sarankan kepada anda untuk banyak-banyak mendo’akan mereka sebagai pengganti pelaksanaan umrah, sedekah dan sebagainya, karena hal itulah yang ditujukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kendati demikian, kami tidak mengingkari bolehnya bersedekah, umrah, shalat atau membaca Al-Qur’an atas nama mereka atau salah satunya. Adapun bila mereka memang belum pernah melaksanakan umrah atau haji, ada yang mengatakan bahwa melaksanakan kewajiban atas nama keduanya adalah lebih utama daripada mendo’akan. Wallahu a’lam</p>
<p>[Kitab Ad-Da’wah (5), Syaikh Ibnu Utsaimin 2/148-149]</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Washaya (2760)<br />
[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Janaiz (1388), Muslim dalam Al-Washiyah (1004)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=33&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/birrul-walidain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENENTANG IBUNYA&#8230;&#8230;!!!!</title>
		<link>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/menentang-ibunya/</link>
		<comments>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/menentang-ibunya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2007 03:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Faruq as Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/birrul-walidain/</guid>
		<description><![CDATA[MENENTANG IBUNYA KARENA DIPERINTAHKAN UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN YANG MELANGGAR ALLAH DAN RASULNYA
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa hukumnya, bila seorang anak perempuan tidak mentaati ibunya karena ibunya itu memintanya untuk bermaksiat kepada Allah, seperti menyuruhnya untuk tabbaruj dan bepergian, dan menganggap hijab itu adalah khurafat belaka, tidak ada kebenarannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=32&subd=abufaruq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>MENENTANG IBUNYA KARENA DIPERINTAHKAN UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN YANG MELANGGAR ALLAH DAN RASULNYA</strong></p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Baz</p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa hukumnya, bila seorang anak perempuan tidak mentaati ibunya karena ibunya itu memintanya untuk bermaksiat kepada Allah, seperti menyuruhnya untuk tabbaruj dan bepergian, dan menganggap hijab itu adalah khurafat belaka, tidak ada kebenarannya di dalam agama, dan menyuruhnya untuk pergi ke pesta, dan mamakai pakaian yang diharamkan oleh Allah atas seorang perempaun dan memarahi anaknya bila mengenakan hijab ?<span id="more-32"></span></p>
<p>Jawaban<br />
Tidak boleh taat kepada makhluk, baik itu ayah, ibu maupun yang lainnya, di dalam maksiat kepada Allah.</p>
<p>Rasulullah bersabda.<br />
â€œArtinya : Sesungguhnya ketaatan itu hanya di dalam perbuatan yang baikâ€™</p>
<p>Dan beliau bersabda pula.</p>
<p>â€œArtinya : Tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam maksiat kepada khalikâ€</p>
<p>Apa-apa yang diperintahkan oleh ibu penanya di atas adalah perbuatan-perbuatan maksiat, maka jelas tidak boleh mentaatinya, dan semoga si penanya dan ibunya diberikan hidayah dan dilindungi dari godaan setan</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jamiâ€™ah Lil Marâ€™atil Muslimah, edisi Indonesiap Fatwa-Fatwa Tentang wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerbit Darul Haq]</p>
<p>HUKUM MENTAATI KEDUA ORANG TUA DENGAN BERMAKSIAT TERHADAP ALLAH</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Baz</p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya seorang muslimah, alhamdulillah saya melakukan setiap yang diridhai Allah dan konsisten menganakan hijab syarâ€™i. Tapi ibu saya â€“semoga Allah memaafkannya- tidak menghendaki saya mengenakan hijab dan menyuruh saya nonton di bioskop dan video â€¦ dst, ia mengatakan, â€œJika kamu tidak bersenang-senang, kamu akan segera tua dan berubanâ€</p>
<p>Jawaban<br />
Hendaknya anda tetap bersikap lembut terhadap ibu anda, berbuat baik kepadanya dan berbicara dengan yang lebih baik, karena hak seorang ibu sangat agung, namun demikian anda tidak boleh mematuhinya pada selain yang maâ€™ruf, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam.</p>
<p>â€œArtinya : Sesungguhnya ketaatan itu pada yang maâ€™rufâ€ [1]</p>
<p>Dan sabdanya.</p>
<p>â€œArtinya : Tidak boleh mentaati mekhluk dengan bemaksiat terhadap Allah Subhanahu wa Taâ€™alaâ€ [2]</p>
<p>Begitu pula sikap terhadap ayah, suami dan sebagainya, tidak boleh mematuhi mereka dengan melakukan kemaksiatan terhadap Allah, demikian berdasarkan hadits-hadits tadi.</p>
<p>Kendati demikian, seorang isteri, atau anak, tetap menempuh cara yang baik untuk mengatasi problema-problema tersebut, yaitu dengan menjelaskan dalil-dalil syariatnya, keharusan mentaati Allah dan RasulNya, waspada terhadap perbuatan maksiat kepada Allah dan RasulNya, sambil terus konsisten melaksanakan kebenaran, tidak mematuhi perintah yang menyelisihi kebenaran, baik perintah itu dari suami, ayah, ibu ataupun lainnya.</p>
<p>Tidak ada salahnya menyaksikan acara televisi atau video yang tidak mengandung kemungkaran, mendengarkan seminar-seminar ilmiah dan kajian-kajian yang bermanfaat, dengan tetap waspada sehingga tidak menyaksikan acara-acara yang menampilkan kemungkaran, juga tidak boleh menonton di bioskop serta kebatilan-kebatilan lainnya.</p>
<p>[Majmuâ€™ Fatawa wa Maqalat Mutanawwiâ€™ah, Juz 5, hal. 358, Syaikh Ibnu Baz]</p>
<p>[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syarâ€™iyyah Fi Al-Masaâ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Darul Haq]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Ahkam 7145, Muslim dalam Al-Imarah 1840<br />
[2]. Hadits Riwayat Ahmad 1098 dari hadits Ali dengan riwayat yang seperti itu, 20130 dari hadits Imron 20131 dari hadits Al-Hakim bin Amr. Al-Haitsami dalam Al-Majma 5/226 mengatakan, â€œAhmad meriwayatkan dengan beberapa lafazh, Ath-Thabari meriwayatkan secara ringkas, di antaranya ; â€œTidak boleh ada ketaatan terhadap makhluk dengan melakukan kemaksiatan terhadap Khaliqâ€. Para perawi jalur Imam Ahmad adalah orang-orang yang tergolong shahih.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufaruq.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufaruq.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufaruq.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufaruq.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufaruq.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufaruq.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufaruq.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufaruq.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufaruq.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufaruq.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufaruq.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufaruq.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufaruq.wordpress.com&blog=905950&post=32&subd=abufaruq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufaruq.wordpress.com/2007/03/30/menentang-ibunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b0ba0fc6f128dbf620f18c786a7bbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu faruq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>